DETEKTIF SQUAD.COM
BREBES,–Jateng–detektifsquad.com – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikelola oleh tiga Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi sorotan warga setempat pada Kamis (30/7/2026).
Pembangunan saluran irigasi tersebut dinilai dikerjakan secara asal-asalan karena diduga menggunakan material batu yang tidak memenuhi spesifikasi teknis. Selain itu, pengerjaan proyek tersebut disinyalir minim transparansi publik akibat tidak dipasangnya papan informasi proyek di lokasi pengerjaan.
Tokoh masyarakat peduli pembangunan Desa Jipang menyayangkan rendahnya mutu fisik pembangunan saluran irigasi pertanian tersebut. Menurutnya, penggunaan material yang tidak sesuai standar berpotensi menurunkan daya tahan bangunan, sehingga merugikan negara dan masyarakat penerima manfaat.
“Kami sangat menyayangkan pengerjaan yang terkesan asal-asalan ini. Anggaran yang digunakan merupakan uang negara yang diperuntukkan bagi kesejahteraan petani. Jika kualitasnya buruk, bangunan tidak akan bertahan lama dan masyarakat yang dirugikan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Kondisi fisik bangunan yang dinilai ringkih dan berpotensi cepat rusak tersebut memicu kekhawatiran dari para petani lokal yang menggantungkan pasokan air irigasi untuk lahan pertanian mereka.

Tanggapan Ketua P3A dan Isu Transparansi
Saat dikonfirmasi oleh awak media Detektifsquad.com terkait penggunaan material batu yang diduga tidak layak teknis, Ketua P3-TGAI Desa Jipang memberikan tanggapan secara lisan.
“Sangat boleh, jangankan pakai batu cadas, pakai batu bata juga boleh,” ujar Ketua P3-TGAI saat ditanyai mengenai regulasi penggunaan material di lokasi pengerjaan.
Di sisi lain, dari hasil pantauan di lapangan, pengerjaan fisik dilaporkan belum sepenuhnya rampung, namun sejumlah titik bangunan diindikasikan sudah mengalami kerusakan. Keberadaan papan informasi proyek—yang berfungsi sebagai wujud transparansi publik atas penggunaan anggaran belanja negara—juga belum terlihat terpasang di area pengerjaan.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih mengupayakan konfirmasi resmi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selaku pihak penyelenggara program untuk memberikan klarifikasi menyeluruh terkait pengawasan, spesifikasi teknis material, serta transparansi pelaksanaan P3-TGAI di Desa Jipang.-(Red-MDS)
Reporter: Rino
Editor : Agus Dwin

