DETEKTIF SQUAD.COM
JAKARTA –DS- detektifsquad.com Pakar Hukum dan Ekonomi sekaligus Presiden Partai Oposisi Merdeka, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH., MH., memberikan pernyataan kritis mengenai kondisi sosial-ekonomi Indonesia di awal tahun 2026. Beliau menyoroti fenomena “Hidup Segan Mati Tak Mau” yang kini dialami mayoritas rakyat akibat himpitan ekonomi, bencana alam, dan beban regulasi yang dianggap kurang berpihak pada rakyat kecil.
Pergeseran Kelas Menengah ke Garis Kemiskinan
Dalam pertemuan bersama para Pemimpin Redaksi di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta (30/1/2026), Prof. Sutan memaparkan data mengenai merosotnya daya beli masyarakat.
Degradasi Kelas Sosial: Golongan menengah kini banyak yang jatuh ke kategori golongan rendah, di mana pendapatan hanya cukup untuk konsumsi harian tanpa kemampuan menabung.
Krisis Pendapatan: Banyak pekerja dengan penghasilan di bawah UMR harus berjuang melawan jeratan Pinjaman Online (Pinjol) demi memenuhi kebutuhan pokok.
Beban Pajak: Prof. Sutan mengingatkan bahwa setiap butir sembako yang dikonsumsi rakyat sudah mengandung komponen pajak, sehingga beban hidup sudah sangat tinggi sejak dari meja makan.
Desakan Evaluasi Sistem ETLE
Poin utama yang ditekankan adalah dampak operasional Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang telah berjalan selama tiga tahun. Meski bertujuan mendisiplinkan lalu lintas, Prof. Sutan menilai sistem ini perlu dievaluasi secara kemanusiaan di tengah kondisi ekonomi yang rapuh.
”Masyarakat miskin yang meluas saat ini menunggu kebijakan Presiden RI Jenderal Haji Prabowo Subianto untuk meninjau kembali atau menghapus denda tilang ETLE atas nama kemanusiaan. Jangan sampai denda administratif menjadi pemicu kegagalan bayar massal yang justru memperburuk kemiskinan,” ujar Prof. Sutan.
Dampak Nyata di Lapangan
Keluhan senada muncul dari sektor transportasi daring (Ojek Online). Sejak Januari 2026, penghasilan driver Ojol dilaporkan menurun drastis akibat rendahnya daya belanja masyarakat. Bagi mereka, denda tilang elektronik merupakan beban finansial yang mustahil tertutupi oleh pendapatan harian yang tidak menentu.
Harapan pada Kebijakan Pusat
Prof. Sutan mengapresiasi langkah beberapa kepala daerah yang telah menghapuskan denda pajak kendaraan bermotor. Beliau berharap langkah tersebut diikuti oleh pemerintah pusat melalui kebijakan Presiden yang lebih makro untuk mencegah kelaparan ekstrem.
Ringkasan Analisis Prof. Dr. Sutan Nasomal:
Kondisi Saat Ini (2026)
Solusi yang Diusulkan Ekonomi. Daya beli anjlok, jeratan Pinjol meluas. Stimulus ekonomi dan perlindungan kelas bawah.
Hukum/Lalin ETLE memberatkan masyarakat berpendapatan rendah.
Penghapusan/pemutihan denda ETLE demi kemanusiaan.
Sosial. Ancaman kelaparan akibat bencana dan inflasi. Kebijakan Presiden yang pro-rakyat miskin.-( Red-DS-TR )
Tim/Red/reporter : Tr
Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SE., SH., MH. (Tokoh Pers Internasional, Pakar Hukum & Ekonomi, Presiden Partai Oposisi Merdeka)
