KUNINGAN-Jabar,-detektifsquad.com Di tengah stigma negatif dan ketakutan sosial yang masih kerap melekat pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sebuah gerakan sunyi namun penuh empati terus berjalan di tengah masyarakat. Melalui pendekatan humanis, para caregiver (pendamping) disabilitas mental kini berjuang melintasi sekat penolakan demi mengembalikan hak-hak dasar para penyintas.
Salah satu sosok yang mendedikasikan dirinya dalam misi kemanusiaan ini adalah Ibu Sri Laras Sulastri. Sebagai seorang caregiver, ia meyakini bahwa penanganan disabilitas mental tidak boleh berhenti pada aspek medis atau penertiban semata, melainkan harus menyentuh sisi pemulihan martabat kemanusiaan.
”Di balik stigma dan ketakutan, ada manusia yang membutuhkan kasih sayang dan kepedulian. Setiap orang berhak diperlakukan dengan manusiawi, didengar, didampingi, dan diberi kesempatan untuk pulih,” ujar Sri Laras dalam keterangannya yang diunggah melalui dokumentasi video perjalanan pendampingannya.
Pendekatan Empati dan Kesabaran
Dalam praktiknya, pendampingan terhadap ODGJ memerlukan ketahanan mental, kesabaran ekstra, dan kepedulian sosial yang tinggi. Sri Laras menekankan bahwa langkah awal yang paling krusial adalah membangun rasa percaya melalui pendekatan yang benar-benar memanusiakan manusia.
Menurutnya, proses pemulihan bukan sekadar mengobati gejala klinis atau penanganan fisik. Lebih dari itu, ini adalah tentang bagaimana menghadirkan kembali harapan yang sempat hilang dan menguatkan kembali rasa kemanusiaan di lingkungan sekitar.
Menolak Stigma, Mendorong Akseptabilitas Masyarakat
Tantangan terbesar yang dihadapi oleh para penyandang disabilitas mental sering kali bukan hanya berasal dari kondisi kesehatan mereka, melainkan dari pengasingan sosial. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai elemen masyarakat serta instansi terkait—seperti Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat (Dinsos Jabar)—menjadi pilar penting agar para penyintas dapat kembali diterima dan berdaya.
Sri Laras juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terus konsisten memberikan dukungan, baik secara moral maupun struktural, terhadap perjuangan para penyandang disabilitas mental. Melalui aksi nyata dan edukasi yang inklusif, diharapkan masyarakat tidak lagi memandang ODGJ sebagai ancaman, melainkan sebagai sesama warga negara yang membutuhkan uluran tangan serta ruang yang aman untuk pulih.
Membuka Pintu Kepedulian
Mengingat proses pendampingan dan operasional pemulihan para penyandang disabilitas mental membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, pihak pengelola membuka kesempatan bagi para dermawan dan masyarakat luas yang peduli untuk turut mengulurkan bantuan. Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi atau menyalurkan bantuan guna mendukung pemenuhan kebutuhan hidup para penyandang disabilitas mental (ODGJ) ini, dapat langsung menghubungi pihak yayasan terkait / Kepala desa : Bp Lukman Mulyadi, selaku Pendiri “YAYASAN “Rumah Antara Graha Berdaya” D/a: Desa Tambakbaya, Kuningan Jawa barat.-(Red-MDS)