DETEKTIF SQUAD,COM
JAKARTA – Gerakan sosial yang digagas oleh LSM Mantan Preman (Komite Mantan Preman Indonesia Istighfar) terus menyuarakan pentingnya perubahan perilaku dan kemandirian bagi para anggotanya. Melalui visi yang disebut sebagai “5K”, organisasi ini menekankan bahwa perubahan hidup harus dimulai dari kemauan untuk bekerja secara halal demi kesejahteraan keluarga dan masa depan.
Dalam keterangannya, pimpinan organisasi, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, menegaskan bahwa menjadi mantan preman bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah proses transisi menuju kehidupan yang lebih bermartabat melalui amal ibadah dan kerja nyata.
Pilar Perubahan: Program 5K
Organisasi ini merumuskan lima fokus utama pekerjaan (5K) sebagai landasan bagi para anggotanya untuk kembali ke masyarakat:
Pribadi: Memperbaiki kualitas diri.
Ekonomi: Membangun kemandirian finansial.
Keluarga: Menjamin kesejahteraan orang terdekat.
Masa Depan: Merencanakan kehidupan yang berkelanjutan.
Sandang Pangan: Memastikan pemenuhan kebutuhan dasar melalui jalur yang benar.
Narasi yang Berimbang
Pesan utama yang diusung oleh LSM ini adalah koreksi diri yang mendalam. Mereka secara terbuka membedakan antara perilaku masa lalu yang bersifat memaksa dengan prinsip baru yang menghargai aturan hukum dan agama.
“Preman itu memaksa meminta, namun perubahan menuntut kita untuk bekerja. Fokus utama saat ini adalah menjamin ekonomi keluarga agar setiap individu dapat beribadah dengan tenang sesuai keyakinan masing-masing di bawah naungan NKRI,” tulis pernyataan dalam pesan tersebut.
Pendaftaran dan Sekretariat
Bagi masyarakat atau pihak yang ingin bergabung sebagai pengurus atau anggota, LSM Mantan Preman membuka pintu pendaftaran melalui Call Center 0877 1902 1960.
Saat ini, kegiatan operasional berpusat di Sekretariat Pusat:
Jl. Raya Kalisari, Cijantung No. 65, Kel. Kalisari, Kec. Pasar Rebo, Jakarta Timur.
