DETEKTIF SQUAD.COM
BREBES –Jateng,- detektifsquad.com, Peta politik internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes resmi berganti. Melalui Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Semarang pada akhir Desember 2025, Cahrudin resmi ditetapkan sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes periode 2025–2030.
Cahrudin menggantikan posisi Indra Kusuma yang telah memimpin partai di Brebes selama lebih dari seperempat abad. Dalam struktur kepengurusan baru tersebut, Cahrudin akan didampingi oleh Ferry Anggrianto sebagai Sekretaris dan M. Sry Heri Pasaribu sebagai Bendahara.

Penunjukan yang Menuai Kontroversi
Meski dimaksudkan sebagai langkah reorganisasi dan konsolidasi, penunjukan Cahrudin memicu reaksi keras dari internal partai. Pasalnya, nama Cahrudin disebut-sebut tidak muncul dalam usulan resmi arus bawah. Sebanyak 17 Pengurus Anak Cabang (PAC) sebelumnya secara solid memberikan dukungan kepada petahana, Indra Kusuma.
Kader senior PDIP Brebes, Kismanto, menyatakan kekecewaan mendalam atas hasil keputusan tersebut. Menurutnya, proses penjaringan yang dilakukan selama ini seolah hanya menjadi formalitas belaka.
“Penetapan Cahrudin seperti sulapan. Nama itu tidak ada dalam usulan resmi PAC maupun DPC. Penetapan di luar proses penjaringan ini jelas membuat kader di bawah merasa kecewa karena aspirasi mereka tidak didengar,” ujar Kismanto, Minggu (28/12/2025).
Analisis Pengamat: Risiko Elektoral
Senada dengan kekecewaan kader, pengamat politik asal Brebes, Dr. Rudianto, menilai langkah DPP PDIP sebagai sebuah perjudian politik. Ia menyebut penunjukan yang mengabaikan aspirasi lokal dapat memicu demotivasi di tingkat akar rumput.
“Penunjukan Cahrudin bisa menjadi blunder besar. Jika partai tidak mampu mengelola kekecewaan kader, risiko kehilangan basis suara di Brebes sangat tinggi pada agenda politik mendatang. Ini menunjukkan adanya jarak antara keputusan pusat dengan realitas aspirasi lokal,” kata Dr. Rudianto.
Target Kepengurusan Baru
Di sisi lain, meski dibayangi polemik, kepengurusan baru di bawah komando Cahrudin tetap mematok target tinggi. Fokus utama mereka adalah memperkuat kelembagaan partai dan mempertahankan dominasi perolehan kursi legislatif di Kabupaten Brebes.
Hingga berita ini diturunkan, DPP PDI Perjuangan belum memberikan klarifikasi resmi mengenai mekanisme penunjukan tersebut. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa keputusan ini merupakan hak prerogatif pusat demi penyegaran organisasi secara disiplin.
Kini, tantangan besar menanti Cahrudin. Apakah kepemimpinan barunya mampu meredam gejolak internal dan menjaga stabilitas “Kandang Banteng” di Brebes, atau justru membawa partai ke arah fragmentasi.- Ucapnya,-( Red-DS-TR )
Reporter : Rino
Editor : Tr
