DETEKTIF SQUAD.COM
BREBES ,- Jawa tengah,- 12 Desember 2025 — Pemerintah Kabupaten Brebes, yang diwakili oleh Bupati Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E. dan Wakil Bupati Wurja, S.E., hari ini menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memfinalisasi tindak lanjut program unggulan “Sekolah Kerakyatan.” Rakor ini berfokus pada persiapan pelaksanaan pembangunan fisik yang akan dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya (WIKA) di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan.
Tujuan Mulia: Pendidikan untuk Keluarga Termiskin

“Sekolah Kerakyatan” adalah inisiatif sekolah formal berbasis asrama (boarding school) terintegrasi yang bertujuan utama untuk memberikan kesempatan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga termiskin agar mereka dapat “naik kelas” secara ekonomi dan sosial, sekaligus memutus rantai kemiskinan.
Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., menegaskan bahwa program ini memprioritaskan siswa dari 10% keluarga termiskin di Indonesia (Desil 1) berdasarkan verifikasi ketat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “Ini adalah investasi masa depan. Kami memastikan bahwa mereka yang paling membutuhkan, yang tidak memiliki akses karena faktor ekonomi, geografis, atau sosial, akan mendapatkan pendidikan yang layak dan asrama yang memadai, dari jenjang SD hingga SMA,” ujar Bupati.

Persiapan Infrastruktur dan Kemitraan Strategis
Rakor juga membahas detail teknis pembangunan infrastruktur pendukung. Sebagai bagian dari mobilisasi proyek, akan segera dibangun jembatan penghubung untuk menunjang manuver kendaraan proyek WIKA menuju lokasi sekolah kerakyatan yang akan dibangun berdekatan dengan Hotel King Royal. Kemitraan dengan WIKA, salah satu BUMN konstruksi terkemuka, menunjukkan komitmen serius pemerintah terhadap kualitas dan percepatan pembangunan.
Kurikulum Seimbang dan Penguatan Karakter

Sekolah Kerakyatan akan menawarkan kurikulum yang menggabungkan kurikulum nasional dengan penguatan karakter, mental, dan emosional.
Pembentukan Karakter: Fokus menanamkan pola pikir gigih, pantang menyerah, disiplin, serta membentuk jiwa kepemimpinan dan cinta tanah air.
Fasilitas Lengkap: Sekolah asrama ini akan menyediakan fasilitas pendidikan, pemukiman, akses internet, dan listrik yang memadai.

Pengakuan Resmi: Lulusan akan mendapatkan ijazah yang diakui dan setara dengan sekolah formal lainnya, didukung oleh guru-guru berkualitas.
Wakil Bupati Brebes, Wurja, S.E., menambahkan, “Kami ingin Sekolah Kerakyatan bukan hanya mencetak siswa cerdas akademis, tetapi juga pribadi yang berkarakter kuat. Ini adalah model pendidikan terintegrasi yang kami harapkan dapat dicontoh.”
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian PUPR, dan PT. Wijaya Karya, diharapkan pembangunan Sekolah Kerakyatan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, memberikan harapan baru bagi anak-anak Brebes yang membutuhkan,- ( Red-DS-TR )
Reporter : Tirto
Tim/Red/ MDS
