DETEKTIF SQUAD.COM
BUMIAYU – detektifsquad.com Hujan deras tanpa henti yang mengguyur wilayah Bumiayu, Kabupaten Brebes, malam ini memicu bencana serius. Banjir bandang dari Sungai Kalierang dilaporkan meluas drastis, merendam permukiman dan, yang paling parah, melumpuhkan total akses vital di Jalur Nasional penghubung Tegal dan Purwokerto.
Kondisi terkini di lokasi menunjukkan ketinggian air yang bervariasi, mencapai hingga setinggi pinggang orang dewasa di beberapa titik terparah. Arus air yang sangat deras membawa serta lumpur dan material kayu, membuat ruas jalan utama di wilayah Bumiayu, yang dikenal sebagai jalur padat kendaraan, sama sekali tidak bisa dilewati.

Ribuan Kendaraan Tertahan, Macet Horor Tak Terhindarkan
Saksi mata di lapangan melaporkan antrean kendaraan mengular hingga puluhan kilometer dari kedua arah. Bus, truk logistik, dan mobil pribadi yang seharusnya melintasi jalur ini kini hanya bisa terhenti, menyebabkan kemacetan horor yang diperkirakan akan berlangsung hingga pagi hari.
“Air datangnya cepat sekali. Baru satu jam hujan deras, jalan sudah seperti sungai. Kendaraan kecil sudah pasti tidak berani lewat, dan sekarang semua mobil terpaksa berhenti,” ujar Rahmat, seorang sopir truk yang terjebak di lokasi.
Prioritas Utama: Evakuasi Warga dan Pengalihan Arus

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes segera bergerak cepat untuk mengevakuasi warga yang rumahnya berada di bantaran sungai dan wilayah terdampak luapan. Petugas gabungan dari kepolisian dan TNI juga telah dikerahkan untuk melakukan pengalihan arus lalu lintas secara total.

Pengguna jalan diimbau untuk mencari jalur alternatif melalui Pemalang atau jalur selatan lainnya, meskipun diperkirakan jalur-jalur tersebut juga akan mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan.
Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat dan pengendara untuk menunda perjalanan yang melewati jalur Tegal-Purwokerto malam ini dan selalu memantau informasi resmi. Penanganan darurat masih terus dilakukan, namun lumpuhnya jalur nasional ini menjadi peringatan keras akan bahaya hidrometeorologi di musim penghujan.-ungkapnya.- (Red-DS)
Reporter : Tr
