DETEKTIF SQUAD.COM
BREBES-Jateng,-detektifsquad.com Belasan warga karangbale geruduk kantor unit PDAM Tirta baribis di Larangan Brebes, warga menuntut agar air yang selama satu bulan lebih ini tidak mengalir agar segera diperbaiki, karena warga butuh air bersih, Senin (6/4/26) warga karangbale merasa kesal karena dari sebelum lebaran sampai sekarang air PDAM tidak mengalir Sedangkan warga harus tetap membayar, dan wargapun tertib membayar.
Warga yang terdiri dari RW 1 dan RW 2 Karangbale Larangan,Brebes menuntut agar air segera mengalir sebab warga merasa dirugikan karena untuk minum dan memasak harus membeli dengan air galon, ini menjadikan pengeluaran warga menjadi dua kali lipat.

Warga menuntut agar keinginannya bisa didengar oleh PDAM Tirta baribis Brebes, karena warga sudah berkali-kali mendatangi kantor unit namun jawabannya tetap tidak memuaskan dan air tetap saja tidak mengalir.
Warga Leo (39) ketika di konfirmasi mengatakan, ” tujuan kami ke sini minta PDAM biar supaya di perhatikan wilayah Karang Bale khususnya Karangbale barat, nggak ada air dari sebelum lebaran sampai sekarang, untuk pembayaran warga tidak menunggak lunas, walaupun masih tetap bayar harapannya dari warga karangbale supaya diperbaiki supaya lancar supaya seperti desa yang lain, dengan kejadian ini warga karangbale merasa dirugikan sekali”.
Lanjutnya, ” Kami merasa dirugikan karena kami harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli air galon untuk memasak dan minum sedang untuk mandi menggunakan air kali, sedang air kali sekarang sedang keruh, jadi kami khawatir kesehatan kami, sedangkan setorannya tetap bayar”.
Warga memaksa agar bisa segera dipertemukan dengan direktur Tirta Baribis guna mempertanggung jawabaan tentang penanganan air tidak mengalir di Desa Karang bale khususnya Karang Balai Barat.
Jika keinginan warga ini tidak segera dipenuhi maka akan mengajak warga yang lebih banyak lagi untuk melakukan unjuk rasa.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Baribis Brebes, Fanny Shandra Desatian, menegaskan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti masalah ini.
”Ini terkait dengan yang awal kemarin. Sudah kita tindaklanjuti, proses tersebut butuh evaluasi. Tapi tadi sudah ada info pimpinan Larangan yang baru sudah bergerak dengan Kabag Tekniknya,” ujar bpk Fanny saat dihubungi melalui pesan singkat.
bpk Fanny menjelaskan, pihaknya akan melakukan penyisiran dan evaluasi jaringan, dengan harapan distribusi air dapat kembali normal.
”Insya Allah nanti malam ada penyisiran dan evaluasi jaringan. Mudah-mudahan besok sudah bisa selesai”.-(Red-DS)
Reporter: Rino
Editor:Tr
