{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}
DETEKTIF SQUAD.COM
SRAGEN-Jateng,-detektifsquad.com Warga Desa Kedungpit, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di kawasan Bulakrejo, tepatnya di tepi Jalan Tangkil pada Selasa malam (31/3/2026).
Penemuan yang terjadi di area pinggir jalan disemak tersebut segera dilaporkan ke pihak berwajib untuk proses evakuasi dan identifikasi lebih lanjut.
Kronologi Penemuan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah ditemukan dalam posisi telungkup di antara rumput liar saat kondisi lingkungan sudah gelap. Warga yang melintas pertama kali melihat adanya kejanggalan di lokasi tersebut dan langsung melaporkannya kepada perangkat desa setempat dan pihak kepolisian.
Barang Bukti di Lokasi

Di dekat lokasi penemuan jenazah, ditemukan satu unit sepeda motor yang diduga milik korban. Kendaraan tersebut memiliki spesifikasi sebagai berikut:
Nomor Polisi: K 6906 GJ
Asal Plat: Purwodadi, Grobogan.
Hadirnya kendaraan berplat nomor luar daerah ini menjadi petunjuk awal bagi pihak kepolisian untuk menelusuri identitas korban serta keluarga yang bersangkutan.
Langkah Pihak Berwajib
Hingga berita ini diturunkan, tim identifikasi dari Polres Sragen telah tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jenazah telah dievakuasi ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk menjalani proses pemeriksaan medis guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Himbauan kepada Masyarakat
Pihak berwajib menghimbau bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali sepeda motor dengan nomor polisi K 6906 GJ agar segera menghubungi kepolisian terdekat atau mendatangi Polres Sragen.
Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi liar atau foto-foto kondisi korban secara vulgar di media sosial demi menghormati privasi keluarga korban.-(Red-MDS)
Reporter : Puji. Dwi. A.
Editor: Tr
