DETEKTIF SQUAD.COM
BREBES, Jawa Tengah – Merebaknya rumor tak sedap terkait dugaan penyalahgunaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di kalangan masyarakat Desa Padasugih, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, akhirnya terjawab. Guna memastikan kebenaran informasi yang beredar, Tim Investigasi Media mendatangi langsung pengurus BUMDes setempat pada Minggu (14/12/2025).
Ketua BUMDes Padasugih, Karsim, saat ditemui di lokasi memberikan klarifikasi tegas. Ia menjelaskan bahwa pencairan anggaran sebesar Rp 230 juta dialokasikan sepenuhnya untuk program ketahanan pangan desa.
”Anggaran tersebut diperuntukkan bagi penggemukan kambing, mulai dari pembuatan kandang, pengadaan pakan, hingga upah pekerja,” jelas Karsim.
. Kelurahan Desa Padasugih Brebes
Karsim merinci, proses pengerjaan fisik seperti pembuatan kandang dilakukan secara bertahap. “Untuk tanda jadi (DP) pembuatan kandang kami berikan pada 30 Oktober 2025. Kandang tiba di Desa Padasugih pada Jumat, 7 November 2025, dan pelunasan dilakukan sehari setelahnya, yakni 8 November 2025,” ungkapnya sembari menunjukkan bukti fisik di lokasi.
Di tempat terpisah, Bendahara BUMDes, Darnoto (Toat), menambahkan rincian teknis penggunaan dana. Menurutnya, selain pengadaan kandang, anggaran juga disiapkan untuk rencana progresif lainnya.
”Dana tersebut juga dialokasikan untuk pembenahan bangunan, pengolahan lahan sawah untuk pakan, pembelian bibit kambing, serta pengadaan sarana prasarana penunjang seperti mesin cacah, jembung, dan peralatan terkait lainnya,” papar Darnoto.
Darnoto juga menepis keras isu yang diunggah oleh salah satu media online yang menyebutkan bahwa Kepala Desa Padasugih meminjam dana BUMDes untuk kepentingan pribadi.
”Informasi itu sama sekali tidak benar. Uang tersebut masih utuh di rekening BUMDes dan siap digunakan sesuai pos anggarannya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Ormas BARATA (Barisan Rakyat Tangguh) Kabupaten Brebes, Reza, turut angkat bicara. Pihaknya mengaku telah melakukan konfirmasi langsung kepada perangkat desa dan Kepala Desa Padasugih terkait rumor tersebut. Reza menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai tidak sesuai fakta di lapangan.
”Sangat disayangkan jika ada pemberitaan yang tidak berdasar. Hal ini perlu ditindaklanjuti dengan tim investigasi dari desa untuk mencari bukti siapa narasumber yang menyebarkan informasi bohong tersebut,” ujar Reza.
Reza menambahkan, isu liar semacam ini sangat riskan. “Jika ternyata sumbernya dari warga desa sendiri, ini secara tidak langsung merusak tatanan kegiatan desa untuk berkembang. Hal ini sama saja menghambat program pemerintah yang sedang berjalan,” pungkasnya.-( Tim Media/Red-DS)
Reporter : Eko/ Plecok
Editor : Tirto
.
